Ponorogo (28/08/21)–Ada sebuah pepatah mengatakan, “Pendidikan merupakan senjata yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia dan pendidikan yang sejati akan melahirkan harapan baru”. Dari pepatah tersebut sangat jelas menggambarkan bagaimana harga dari sebuah pendidikan. Pendidikan adalah sumber dalam menggali segala ilmu. Baik untuk mencapai hakikat kesuksesan di dunia, maupun di akhirat, seperti salah satu diwan Imam Asy-Syafi'i yang artinya sebagai berikut:
“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu.”
Pendidikan, ibarat poros waktu yang terus berputar mencakup segala hal. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok melalui suatu pengajaran. Islam memandang pendidikan sebagai suatu hal yang integral untuk kehidupan umat manusia, seperti pada firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Surah Taha ayat 114 yang artinya:
“Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”
Pendidikan di dalam suatu bangsa diperankan oleh para generasi muda atau pemudanya. Pemuda merupakan wajah dari suatu bangsa. Bagaimana kondisi bangsa, maka bisa dilihat bagaimana kondisi pemudanya. Pemuda adalah aset bangsa, agen perubahan yang bersifat dinamis. Jejak apa yang tercipta dari pergerakan pemuda, akan menentukan seperti apa karakter bangsa yang dihasilkan ke depannya.
Pada abad ini, pemuda menjadi agen perkembangan teknologi dunia. Dunia menjelma menjadi suatu lingkup kecil yang dengan mudah dijangkau hanya dalam genggaman. Hal-hal baru dapat dengan mudah dijangkau hanya dalam hitungan sepersekian detik.
Pendidikan berperan sebagai navigasi, ke mana seharusnya jejak pemuda diarahkan dalam mengarungi derasnya arus globalisasi. Pendidikan yang harus ditekankan adalah pendidikan adab. Adab merupakan pendidikan yang memiliki peran sangat besar bagi jejak-jejak insan penuntut ilmu. Di mana pendidikan adab membentuk karakter akhlak, budi pekerti, dan kehalusan sifat yang harus diterapkan sejak dini. Pendidikan karakter akan menggiring pertumbuhan anak yang beradab sampai mendewasa dan kelak terbentuk menjadi pemuda yang berakhlak tangguh.
Urgensi adab dalam menuntut ilmu, yang akan membuka pertolongan dari Allah subhanahu wa ta'ala. Dari Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan, yang artinya:
“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh.” (Adabul Imla’ wal Istimla’ [2], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [10])¹
Di SAIC (Sekolah Alam Islamic Center), pengajaran dilaksanakan dengan mengutamakan pendidikan adab. Di mana, setiap santri diberikan treatment pengadaban yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadist. Kegiatan pembelajaran setiap hari, santri selalu diingatkan dengan cara-cara sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Santri dibiasakan untuk mengutamakan adab-adab seperti adab dalam belajar, adab kepada guru dan orang tua, adab bermajelis, adab kepada teman, serta adab pengiring lainnya.
Arus teknologi dunia semakin deras dari waktu ke waktu, sangat terlihat jelas pada satu dekade terakhir. Sejarah mencatat, banyak imperium yang musnah karena tidak berdaya dalam menghadapi perubahan zaman. Sistem pengadaban terhadap santri di SAIC diharapkan mampu mempersiapkan generasi Islam yang kelak menjadi para pemuda penegak peradaban.
Sebagai generasi muda, pemuda diharuskan berani bergerak melalui kegiatan-kegiatan yang mendukung kemajuan pendidikan berbasis teknologi. Namun, tetap bernaung di bawah karakter adab dan akhlak yang mengutamakan tunduk dan patuh kepada Sang Pencipta, Allah subhanahu wa ta'ala untuk menuju peradaban yang mulia. Wallahua'lam. [SHN]
___________________________________________________
Sumber: https://muslim.or.id/35690-60-adab-dalam-menuntut-ilmu.html