Loading...
Author : admin

Ponorogo (06/09/2021)�Pada hari Ahad, 22 Agustus 2021, 13 Muharram 1443 H, SAIC (Sekolah Alam Islamic Center) Ponorogo telah melaksanakan kegiatan parenting (Muhaadoroh 'Ammah). Kegiatan ini dilaksakan secara daring melalui live Zoom, Facebook, dan Youtube.

Kegiatan Muhaadoroh 'Ammah kali ini bertema "Anakku Aset Dunia dan Akhiratku". Acara dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan opening speech oleh Ustadz Endro Basuki, al hafizh. Selanjutnya, materi inti disampaikan oleh pemateri yaitu Ustadz Rahmat Pujianto, al hafidz.

Para wali santri jenjang kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Sebab, kegiatan Muhaadoroh 'Ammah ini merupakan kegiatan yang sarat akan ilmu. Di mana keberhasilan pendidikan anak tentu saja sangat bergantung pada kerja sama antara orang tua dan guru. Sehingga, kegiatan Muhaadoroh 'Ammah ini menjadi momentum untuk memberikan treatment peningkatan asupan wawasan dan ilmu parenting kepada para wali santri, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan.

 

 

Esensi utama dari kegiatan Muhaadoroh 'Ammah ini yaitu, terbentuknya quality control sekolah dengan orang tua. Esensi ini tentu saja memberikan pengarahan yang jelas dalam menangani santri selama menempuh pendidikan di MI Alam Islamic Center Ponorogo. Jika diuraikan secara lebih jelas, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Tidak Boleh Protes (di tiga bulan pertama)

Apabila wali santri ingin menyampaikan saran dan kritik, tidak boleh disampaikan kepada guru. Saran dan kritik bisa disampaikan kepada bagian humas, melalui nomor berikut: 0853 3056 4456.

2. Di SAIC Ponorogo, Anak Boleh Dihukum

"Perintahkan kepada anak-anakmu untuk shalat ketika mereka menginjak usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka ketika menginjak sepuluh tahun. Pisahkan tempat tidur mereka," (HR. Al-Hakim dan Abu Daud).

Merujuk pada hadist shahih di atas, jelas jika dalam mendidik anak tentu saja perlu dilakukan ketegasan terutama dalam ibadah. Hal ini bertujuan memberikan penegasan kepada pola asuh anak, jika shalat terutama shalat 5 waktu adalah bentuk ibadah kepada Allah dan wajib dilaksanakan sepanjang hayat.

3. Orang Tua Bekerja Sama dalam Proses Pendidikan

Dokter Khalid Syantut mengatakan, pendidikan anak 60% ada di rumah, 20% ada di sekolah, dan 20% lagi ada di lingkungan. Dari situ ternyata jumlah terbesar yang dapat mempengaruhi adab anak dan kesuksesan hafalan Al-Qur'an adalah di rumah. Begitu juga dengan karakter iman tidak akan berjalan pada diri anak apabila tanpa kesiapan orang tua dalam mendidik dan mengawasi anaknya di rumah.

Hal ini jelas sekali jika keberhasilan mendidik anak tentu saja bergantung pada bagaimana pola asuh orang tuanya. Maka, di sini orang tua harus mampu menjalin kerja sama yang baik dengan guru ketika anak di sekolah. Selain itu, orang tua juga harus mampu memilih lingkungan tempat tinggal yang baik demi memberikan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

4. Orang Tua Memperhatikan Asupan Makanan Anak

Rizki dan makanan yang halal adalah bekal sekaligus pengobar semangat untuk beramal shaleh. Buktinya adalah firman Allah Ta'ala, yang artinya:

"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thoyyib (yang baik) dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Mu'minun: 51).

 

5. Di SAIC Ponorogo, Memuliakan Guru

Hal ini bukan berarti kami minta untuk dihormati. Namun, ini adalah bagian dari adab seorang murid kepada guru-gurunya.

Sahabat Abu Sa'id Al-Khudri Radhiallahu 'anhu berkata, yang artinya:

"Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara," (HR. Bukhari).

 

6. Orang Tua Wajib Hadir dalam Kegiatan Parenting

Kegiatan parenting menjadi suatu kesempatan bagi para orang tua untuk upgrade pengetahuan yang menjadi bekal dalam mendidik anak. Bagaimana mungkin kita sebagai orang tua bisa mengajarkan aqidah, tata cara ibadah, adab, dan lainnya, jika tidak berbekal ilmu. Seperti firman Allah Ta'ala, yang artinya:

"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu," (QS. Al-Ankabut: 43).

Segenap tim pelaksana kegiatan Muhaadoroh 'Ammah, para wali santri, asatidz/ah memiliki harapan besar dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan proses pendidikan anak menjadi lebih terarah, terukur, dan memberikan efek terbaik. Semoga kegiatan-kegiatan lanjutan akan turut hadir demi memberikan bekal pengetahuan yang semakin lebih baik ke depannya, aamiin. (SHN)