Ponorogo (23/11/2021)–Pada hari Rabu, 10 November 2021, telah dilaksanakan bincang ringan terkait pendidikan karakter anak bersama seorang dosen muda, Ketua Tim Peneliti Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ibu Ranti Kurniasih, S.Si., M.Pd.
Bincang ringan ini membahas terkait keberhasilan Ibu Ranti yang meraih didanainya Program Riset Keilmuan Dirjen Dikti, Riset, dan Teknologi Tahun 2021. Program Riset tersebut berjudul Model Pengembangan Karakter Enterpreneurship Sejak Dini Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Alam Islamic Center Ponorogo.
Menurut penuturan beliau, hal yang melatarbelakangi dalam mengangkat tema tersebut dikarenakan, pendidikan karakter untuk tingkat sekolah dasar sangat urgent. Pendidikan di tingkat sekolah dasar harus dibangun fondasi yang kuat terutama dalam pembentukan karakter. Pemilihan program riset di MI Alam Islamic Center Ponorogo pun dilatarbelakangi karena dinilai telah memiliki dasar yang cukup kuat dalam membentuk karakter kemandirian anak.
Enterpreneurship di sini bukan hanya tentang usaha dan bisnis. Namun, hal yang ditekankan adalah karakter mandiri anak secara adab dan ilmu. Contoh sederhana pendidikan penanaman karakter yang telah dibiasakan di MI Alam Islamic Center Ponorogo, seperti menata sepatu berdasarkan kelas, murajaah hafalan secara rutin, shalat tepat waktu, dan sebagainya.
Beliau menuturkan pula, hasil riset awal terkait bagaimana kondisi karakter santri di MI Alam Islamic Center telah terbentuk dengan baik. Santri telah dibiasakan untuk adab dahulu sebelum ilmu dengan 5 nilai pengembangan kurikulum SAIC. Selain itu, didukung pula dengan tenaga pendidik dan kependidikan di MI Alam Islamic Center Ponorogo telah memenuhi standar secara syariat dan pendidikan.
Model pengembangan karakter enterpreneurship yang dikembangkan, dirancang ke dalam proses pembelajaran di kelas. Rancangan kegiatan pengembangan karakter enterprenurship akan dimuat ke dalam RPP sebagai output. Misalnya, menghidupkan pemutaran murottal untuk menstimulasi peningkatan konsentrasi santri sebelum memulai proses pembelajaran. Selain itu, juga memberlakukan variasi penggunaan model pembelajaran yang bisa melatih kemandirian anak dalam belajar, seperti TGT (Teams Games Tournament).
Ibu Ranti menjelaskan, bahwa penanaman dan pengembangan karakter enterpreneurship untuk anak-anak seusia sekolah dasar sangatlah penting. Mengapa? Sifat alamiah anak-anak seusia sekolah dasar pada umumnya masih menyukai bermain dan kebebasan. Sebab di masa usia sekolah dasar inilah seorang anak sedang membentuk sifat dan sikap melalui eksplorasi hal-hal yang ada di sekitarnya, sehingga perlu pembiasaan yang baik sebagai framing perilaku. Jika pengembangan karakter ini berhasil di tingkat sekolah dasar, insyaallah akan terbentuk semakin baik seiring mendewasanya seorang anak di masa depan.
Ibu Ranti menyampaikan pula, riset pengembangan karakter enterpreneurship ini nantinya tidak hanya langsung tertuju pada santri saja. Namun, akan ada pula pendampingan untuk para asatidz dalam bentuk program pelatihan atau workshop terkait bagaimana mengembangkan karakter enterpreneurship pada anak seusia sekolah dasar.
"Alhamdulillah. Saya lihat, sejauh ini belum ada hal yang sangat kurang di dalam pembelajaran di MI Alam Islamic Center Ponorogo ini. Hanya perlu dikembangkan lebih lanjut," ujar Ibu Ranti.
Harapannya, semoga sistem pendidikan dan pembelajaran di MI Alam Islamic Center Ponorogo semakin baik, ter-upgrade secara simultan, dan mencapai target secara optimal. [SHN]