Loading...
Author : SHN

Ponorogo (25/01/2022)–Menilik kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, terutama pada masa pemulihan pandemi Covid-19 seperti memulai hentakan pertama kembali. Pasalnya, pembelajaran di beberapa wilayah Indonesia sudah secara serentak memberlakukan sekolah luring dengan pembatasan beberapa syarat ketat sesuai standar protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Semester genap Tahun Pelajaran 2021/2022 terlalui hampir satu bulan. Peralihan penerapan pembelajaran dari sistem daring ke luring tentu saja menjadi tantangan besar bagi setiap sekolah di semua jenjang pendidikan, sebab daring telah terlalui selama lebih dari satu tahun pelajaran. Siswa harus kembali untuk mengikuti segala kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah yang tentu saja berbeda ketika saat sekolah daring. Perubahan kebiasaan ini pun berdampak pada karakter siswa. Sekolah secara daring tentu memberikan kebebasan yang lebih fleksibel, membuka peluang interaksi dengan gadget yang cukup besar, menyisakan dampak negatif yang mengkhawatirkan akan berdampak pada perubahan karakter siswa. Hal ini secara tidak langsung membuat siswa cenderung mengarah pada sikap apatis dan menjebak siswa asyik dengan dunia mayanya sendiri.

Lagi-lagi pendidikan karakter harus terus ditanam, dirawat, dan ditumbuhkembangkan di semua jenjang pendidikan di Indonesia. Pendidikan di semua sekolah tidak boleh sedikit pun lengah dengan pendidikan karakter atau adab. Mengingatkan kembali, bahwa bagaimana kondisi suatu bangsa pada masa depan, dapat terlihat dengan bagaimana kondisi generasi mudanya saat ini.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alam Islamic Center Ponorogo yang bergerak sebagai sekolah dengan dua konsep utama pendidikan yakni, belajar adab sebelum ilmu dan belajar iman sebelum Al-Qur'an, tentu mempersiapkan penekanan konsep tersebut untuk lebih membumikan kembali pelajaran adab. Sistem pelajaran adab yang telah diberlakukan sejak sekolah didirikan, mengalami perjalanan panjang dengan berbagai evaluasi dan penyegaran.

Salah satu pelaksanaan pelajaran adab secara khusus diwujudkan dalam bentuk program Bina Kelas. Program Bina Kelas ini bertujuan untuk lebih menguatkan penerapan dan pembinaan adab kepada setiap santri di setiap kelas. Bina Kelas dilaksanakan setiap akhir jam pelajaran pada 15 menit terakhir sebelum melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah.

Program Bina Kelas ini dikelola langsung oleh wali kelas sebagai pembinaan dan pembimbingan adab, seperti adab belajar, adab kepada guru, adab kepada teman, adab makan-minum, serta adab kegiatan sehari-hari. Selain itu, Bina Kelas juga mencakup pemberian motivasi belajar, motivasi ibadah, motivasi amalan, yang disampaikan melalui kisah-kisah teladan para Nabi, Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam beserta para sahabat.

Pelaksanaan Bina Kelas ini menggunakan langkah terstruktur yaitu tilawah, tazkiyah, ta'lim, dan ta'dib. Menghadapi tantangan arus perkembangan zaman dan digitalilasi yang semakin deras, MI Alam Islamic Center membekali para santri dengan pola demikian. Proses Bina Kelas ini agar para santri dikuatkan dalam pengetahuan ayat-ayat Al-Qur'an, dialog pengetahuan tauhid, perluasan wawasan ilmu dunia dan akhirat, serta santri dijaga, dikuatkan, dan diistiqomahkan untuk hidup yang beradab pada setiap aktivitas sehari-hari.

“Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan Sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali." (HR. Tirmidzi)

Pola pembinaan adab kini menjadi senjata terbaik untuk menangkal dampak-dampak negatif dari perubahan zaman yang senantiasa dinamis serta tak dapat diprediksi secara akurat bagaimana ke depannya. Tidak cukup hanya membekali siswa dengan ilmu numerik, sains, dan literasi tanpa diiringi dengan membentukan adab. Selain itu, menguatkan kehidupan siswa tidak cukup dengan penjagaan kesehatan secara fisik saja, tetapi membutuhkan upaya penjagaan mental yang efektif melalui adab. [SHN]

Ponorogo (25/01/2022)–Menilik kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, terutama pada masa pemulihan pandemi Covid-19 seperti memulai hentakan pertama kembali. Pasalnya, pembelajaran di beberapa wilayah Indonesia sudah secara serentak memberlakukan sekolah luring dengan pembatasan beberapa syarat ketat sesuai standar protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Semester genap Tahun Pelajaran 2021/2022 terlalui hampir satu bulan. Peralihan penerapan pembelajaran dari sistem daring ke luring tentu saja menjadi tantangan besar bagi setiap sekolah di semua jenjang pendidikan, sebab daring telah terlalui selama lebih dari satu tahun pelajaran. Siswa harus kembali untuk mengikuti segala kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah yang tentu saja berbeda ketika saat sekolah daring. Perubahan kebiasaan ini pun berdampak pada karakter siswa. Sekolah secara daring tentu memberikan kebebasan yang lebih fleksibel, membuka peluang interaksi dengan gadget yang cukup besar, menyisakan dampak negatif yang mengkhawatirkan akan berdampak pada perubahan karakter siswa. Hal ini secara tidak langsung membuat siswa cenderung mengarah pada sikap apatis dan menjebak siswa asyik dengan dunia mayanya sendiri.

Lagi-lagi pendidikan karakter harus terus ditanam, dirawat, dan ditumbuhkembangkan di semua jenjang pendidikan di Indonesia. Pendidikan di semua sekolah tidak boleh sedikit pun lengah dengan pendidikan karakter atau adab. Mengingatkan kembali, bahwa bagaimana kondisi suatu bangsa pada masa depan, dapat terlihat dengan bagaimana kondisi generasi mudanya saat ini.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alam Islamic Center Ponorogo yang bergerak sebagai sekolah dengan dua konsep utama pendidikan yakni, belajar adab sebelum ilmu dan belajar iman sebelum Al-Qur'an, tentu mempersiapkan penekanan konsep tersebut untuk lebih membumikan kembali pelajaran adab. Sistem pelajaran adab yang telah diberlakukan sejak sekolah didirikan, mengalami perjalanan panjang dengan berbagai evaluasi dan penyegaran.

Salah satu pelaksanaan pelajaran adab secara khusus diwujudkan dalam bentuk program Bina Kelas. Program Bina Kelas ini bertujuan untuk lebih menguatkan penerapan dan pembinaan adab kepada setiap santri di setiap kelas. Bina Kelas dilaksanakan setiap akhir jam pelajaran pada 15 menit terakhir sebelum melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah.

Program Bina Kelas ini dikelola langsung oleh wali kelas sebagai pembinaan dan pembimbingan adab, seperti adab belajar, adab kepada guru, adab kepada teman, adab makan-minum, serta adab kegiatan sehari-hari. Selain itu, Bina Kelas juga mencakup pemberian motivasi belajar, motivasi ibadah, motivasi amalan, yang disampaikan melalui kisah-kisah teladan para Nabi, Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam beserta para sahabat.

Pelaksanaan Bina Kelas ini menggunakan langkah terstruktur yaitu tilawah, tazkiyah, ta'lim, dan ta'dib. Menghadapi tantangan arus perkembangan zaman dan digitalilasi yang semakin deras, MI Alam Islamic Center membekali para santri dengan pola demikian. Proses Bina Kelas ini agar para santri dikuatkan dalam pengetahuan ayat-ayat Al-Qur'an, dialog pengetahuan tauhid, perluasan wawasan ilmu dunia dan akhirat, serta santri dijaga, dikuatkan, dan diistiqomahkan untuk hidup yang beradab pada setiap aktivitas sehari-hari.

“Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan Sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali." (HR. Tirmidzi)

Pola pembinaan adab kini menjadi senjata terbaik untuk menangkal dampak-dampak negatif dari perubahan zaman yang senantiasa dinamis serta tak dapat diprediksi secara akurat bagaimana ke depannya. Tidak cukup hanya membekali siswa dengan ilmu numerik, sains, dan literasi tanpa diiringi dengan membentukan adab. Selain itu, menguatkan kehidupan siswa tidak cukup dengan penjagaan kesehatan secara fisik saja, tetapi membutuhkan upaya penjagaan mental yang efektif melalui adab. [SHN]