Loading...
Author : TSN

Bazar santri teladan atau yang tahun ini dikenal dengan "Food Festival" merupakan agenda rutinan setiap semester yang diselenggarakan oleh MI Alam Islamic Center Ponorogo. Biasanya bazar ini diselenggarakan bersamaan dengan agenda penerimaan rapor, sehingga orang tua dapat ikut berpartisipasi dan memeriahkan kegiatan bazar. Pada kesempatan kali ini, bazar dilaksanakan secara berturut-turut selama 3 hari sejak tanggal 16-18 Juni 2022 yang juga merupakan serangkaian dari kegiatan Classmeeting.

Meskipun bazar kali ini adalah bazar kali kedua yang dilaksanakan, nyatanya semua warga madrasah sangat antusias untuk menyukseskan, mulai dari santri, asatidz, serta orang tua. Bahkan sebelum acara bazar, seluruh santri juga dibekali dengan materi cara bermuamalah yang baik.

 

Selain itu, dalam kegiatan bazar ini juga terdapat acara penyerahan hadiah classmeting beserta penampilan-penampilan dari santri. Sehingga tidak hanya melatih kewirausahaan santri namun juga memupuk skill yang lain.

Pada bazar kali ini, diikuti mulai dari kelas 3 sampai kelas 5. Setidaknya terdapat 6 stand kelas dan 2 stand tambahan untuk asatidz. Ramai, riuh, dan Alhamdulillah laris, hampir semua barang dagangan santri terjual habis.

 

Tujuan utama bazar ini adalah untuk melatih jiwa entrepreneur santri, melatih santri menggerakkan roda perekonomian dengan menjadi penjual dan pembeli,  mengajarkan sikap jujur dan amanah, meningkatkan kemandirian dan kreativitas, membangun kerjasama dan tentu saja melatih kepercayaan diri serta sikap tidak mudah menyerah.

Mengutamakan sikap jujur dan amanah, dengan menjual barang-barang berkualitas, tidak mengandung zat dan unsur yang berbahaya bagi kesehatan, menggunakan bahan-bahan yang baik untuk berjualan. Tidak mengurangi takaran maupun timbangan. Sebagai mana dalam QS Al-Mutafifin ayat 1-3 yang berisi ancaman celakanya bagi orang yang curang dalam menakar dan menimbang.

 

Meningkatkan kemandirian dan melatih daya kreativitas, dengan para santri sendiri yang mengonsep ide sebuah produk yang akan dijual, memikirkan bagaimana resiko-resiko yang akan terjadi, membuat perencanaan dari modal dan harga jual, kemudian dilanjut membuat produk, da tentu saja menawarkan serta menjual produk. Mengajarkan kepada santri bahwa untuk mencari uang membutuhkan proses yang panjang, tidak serta merta seperti ketika meminta uang kepada orang tua.

 

Membangun kerjasama, dengan melibatkan semua santri dalam kelas menjadi sebuah tim, membuat kerjasama antar siswa harus benar-benar terbentuk dengan baik, misalnya ada yang bertugas membuat produk, memanggang sosis, ada yang bertugas di bagian packaging, ada yang bertugas dibagian membuat minuman, ada yang bertugas sebagai kasir dan asisten kasir, ada yang bertugas menawarkan barang dagangan, ada yang bertugas memastikan semua produk terdisplay dengan baik dan lain sebagainya. Disinilah kerjasama antar santri benar-benar dibutuhkan, benar-benar dilatih untuk membangun kerjasama yang baik. Karena tanpa kerjasama yang baik, akan memunculkan sebuah masalah

 

Melatih kepercayaan diri dan sikap tidak mudah menyerah, dengan mendelegasikan santri pada tugas-tugas dia akan tertantang, yang mau tidak mau dia harus membangun kepercayaan diri dalam dirinya, sehingga lebih berani lagi. Dengan adanya ikatan kerjasama tim yang baik, semua santri akan berusaha saling menguatkan dan saling mendukung untuk tidak mudah menyerah, bahkan meskipun mereka melihat barang dagangan masih banyak, dengan semangat dan antusias tim sales menjajakan barang dagangannya dengan baik.

 

Harapannya dengan adanya kegiatan bazar ini, santri dapat menyalurkan kemampuannya dibidang non akademik. Santri dapat mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Santri dapat berkomunikasi dengan lebih baik dan menjalin relasi yang baik dengan orang lain. Semoga dengan kegiatan ini lahirlah para entrepreneur muda, yang semangat mengemban misi dakwah, bermuamalah dengan berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah. Aamiin.(TRY)